Cek weton, hari pasaran, dan neptu untuk tanggal berapa pun dari 1900 sampai 2100. Tanggal hari ini ditandai otomatis, dan tiap bulan bisa dicetak atau disimpan PDF.
Weton, hari pasaran & neptu · togel.to
| Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | ||
| Sabtu | 9 |
Weton = gabungan hari (siklus 7) dan pasaran (siklus 5). Neptu weton = bobot hari + bobot pasaran, hasilnya 7 sampai 18. Karena 7 dan 5 baru ketemu lagi tiap 35 hari, satu weton berulang 35 hari sekali. Wuku siklus terpisah: 30 wuku × 7 hari = 210 hari, gantinya tiap hari Minggu.
Kalender Jawa menjalankan dua siklus hari sekaligus. Yang pertama siklus tujuh harian yang sama dengan kalender Masehi. Yang kedua pasaran, siklus lima harian berisi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Nama pasaran ini dulunya menandai hari pasar keliling di desa-desa Jawa, dan sampai sekarang masih dipakai untuk menandai hari.
Gabungan keduanya disebut weton. Karena angka 7 dan 5 baru bertemu kembali di kelipatan 35, satu weton berulang tiap 35 hari. Siklus 35 hari inilah yang disebut selapan, dan jadi dasar tradisi selapanan untuk bayi yang baru lahir.
Tiap hari dan pasaran punya bobot angka yang disebut neptu. Neptu weton adalah jumlah bobot hari ditambah bobot pasaran, berkisar antara 7 sampai 18. Dalam primbon, angka neptu ini dipakai sebagai dasar berbagai hitungan tradisional: menentukan hari baik untuk hajatan, menghitung kecocokan jodoh, sampai memilih waktu memulai usaha.
Perhitungan hari dan pasaran di halaman ini diverifikasi terhadap patokan almanak pada beberapa tanggal acuan: 1 Januari 1900 (Senin Pahing), 1 Januari 1970 (Kamis Wage), 1 Januari 2000 (Sabtu Legi), dan 1 Januari 2026 (Kamis Pon). Siklus pasaran bersifat matematis murni sehingga hasilnya konsisten untuk seluruh rentang 1900 sampai 2100.
Yang belum kami tampilkan adalah penanggalan bulan Jawa (Sura, Sapar, Mulud, dan seterusnya). Sistem itu mengikuti peredaran bulan dengan aturan windu tersendiri, dan tiga implementasi kalender Hijriah standar saja bisa berbeda sampai dua hari. Kami memilih menahannya sampai bisa diverifikasi ke sumber otoritatif, ketimbang menampilkan tanggal yang belum tentu benar.
Tafsir primbon seperti watak weton dan hari baik bersifat tradisi budaya, bukan klaim ilmiah maupun prediksi.